Indonesia, untuk menjadi negara yang kuat itu tidak lah mudah, butuh kerjasama dan kerja keras dari berbagai belah pihak. Tidak ada yang santai dan berfikir sederhana semuanya berpendidikan dan berpengalaman. Itulah pemerintah, yang selalu meluangkan waktu dan kehidupannya untuk memajukan negara ini supaya menjadi negara yang baik dan beradab di muka bumi ini. walaupun, kini mata uang rupiah yang melemah jangan menyerah dengan keadaan ini. karena, memang bukan indonesia saja yang mengalami penurunan. banyak negara lain yang mengalami penurunan karena setiap negara saling ketergantungan dan keterkaitan.
Membaca tulisannya pak SBY membuat saya semakin bangga pernah memiliki presiden beliau, walaupun beliau sudah tidak menjadi kepala negara. tapi, beliau tetap peduli dan memberikan saran unutk kebaikan negara ini yang sedang dalam masalah. Pak SBY tidak pelit ilmu, pengalaman beliau memerintah indonesia selama 10 tahun menjadikan beliau banyak memahami tentang kondisi indonesia, dari krisis, dari menghemat anggaran, dan banyak aspek lainnya. "jangan menyalahkan dan mengkambing hitamkan orang lain" itu pesan beliau karena itu tidak akan menyelesaikan masalah yang ada. Yang di butuhkan dalam suatu masalah adalah solusi. solusi untuk mengahadapi masalah tersebut supaya masalah tersebut dapat terselesaikan dengan baik dan berdampak baik kepada indonesia raya.
Pak SBY bijak dan selalu mementingkan kepentingan bersama. Saya pernah merasa kecewa dengan pak SBY waktu beliau menjadi presiden. Tapi, itu dikarenakan ketidak pahaman saya menjadi masyarakat. masyarkat yang hanya bisa membaca tapi tidak bisa menyaring mana yang benar dan mana yang salah. sehingga, menyebabkan saya tersulut emosi yang di sebarkan oleh media dan melihat masyrakat yang marah karena kondisis yang tidak menguntungkan akibat kenaikan BBM yang sudah kesekian kalinya. pak SBY padahal sudah mempertimbangkan dengan baik keputusan yang beliau ambil agar masyarakat tidak dirugikan, tapi masyarkat hanya bisa protes dan protes karena kondisi yang ada saat itu.
pro dan kontra itu wajar karena memang banyak manusia yang diatur dan manusia yang tidak mau diatur. setiap kepala manusia memiliki pikiran masing-masing yang dapat memperbaiki keadaan dan juga dapat memperburuk keadaan. oleh sebab itu untuk menyikapi itu dibutuhkan analisa yang tepat dan tidak asala-asalan untuk memutuskan sutau keputusan yang baik. Pak SBY mengambil keputusan, tidak hanya berdasarkan pendapat dari rekan-rekannya namun berdasarkan data dan statistik yang ada untuk memutuskan keputusan sehingga tepat dan sesuai dengan kebutuhan negara ini.
by winda arisukmawati
ingin mosting tulisan ini di kompasiana tapi kok gak banget yah untuk sekedar menambah referensi tulisan saya dan belajar untuk menulis tetang apa yang saya pikirkan dan menambah kemampuan saya dalam mengetik dan mengarang. kata dosennya semua orang kalau suruh mengarang itu bisa termasuk dengan saya
BalasHapus