PRAKTIKUM
I
ALAT
PERANGKAP LALAT SEDERHANA
A. TUJUAN
1. Mahasiswa
dapat membuat alat perangkap lalat.
2. Mahasiswa
mengetahui kegunaan dari alat perangkap lalat.
B. BAHAN
DAN ALAT
·
1 buah botol ukuran 2 liter yang
berbentuk segi 4
·
2 botol ukuran 1,5 liter yang berbentuk
bula
·
Gunting dan cuter
·
Tali rafia
·
Air sabun
·
Umpan (ikan asin, trasi)
C. CARA
PEMBUATAN
1. Siapkan
botol segi 4 ukuran 2 liter kemudian dilubangi kedua pinggirnya dengan gunting
atau cutter
2. Siapkan
2 botol bulat ukuran 1,5 liter kemudian gunting botol tersebut menjadi 2 bagian
dan ambil yang bagian atasnya
3. Masukkan
bagian atas botol yang dipotong kedalam botol segi 4 yang sudah diberi lubang
di kedua sisinya.
4. Masukkan
air sabun kedalam botol segi 4 sebanyak setengahnya.
5. Lubangi
tutup botol untuk membuat gantungan umpan, kemudian ikat umpan dengan tali
rafia tersebut.
D. PEMBAHASAN
Alat
perangkap lalat banyak macamnya ada juga yang menggunakan minyak cengkeh yang
digunakan untuk mengundang serangga untuk mendekat dan akhirnya terperangkap.
Kekurangan dari minyak cengkeh yaitu karena bahan minyak cengkeh yang mahal
sehingga tidak dapat digunakan oleh masyarakat yang memiliki penghasilan yang
kurang.
Botol
plastik minuman yang biasanya hanya menjadi sampah daur ulang dapat digunakan
menjadi barang yang bermanfaat sehingga dapat mengurangi populasi lalat karena
lalat merupakan hewan yang merugikan. Perangkap lalat ini sangat ekonomis dan
juga bermanfaat bagi masyarkat kalangan manapun.
E. PRINSIP
KERJA
Alat
ini cara kerjanya yaitu umpan yang digantung dalam botol berfungsi untuk
mengundang lalat untuk mendekat karena lalat menyukai bau yang menyengat.
Telinga yang dibuat diantara masing-masing sisi botol segi empat itu bertujuan supaya lalat dapat masuk leluasa
kedalam perangkap untuk mendekati umpan yang menyengat itu. Umpan sebaiknya diletakkan agak rendah dari
pintu masuk sehingga lalat dapat turun mendekati air sabun dan akhirnya
terperangkap digenangan air.Air sabun yang dimasukkan didalam botol segi empat
yaitu berguna untuk melumpuhkan lalat yang sudah terperangkap didalam botol
sehingga lalat tidak dapat keluar dan akhirnya mati didalam genangan air sabun.
F. KESIMPULAN
Perangkap lalat ini dapat digunakan
oleh masyarakat luas tanpa harus membeli namun dapat dengan mudah membuat
sendiri dan ramah lingkungan.
G. DAFTAR
PUSTAKA
Soreang.2011.
Botol plastik jadi perangkap hama di SMKN
3 Baleendah. 2011. www.pikiran-rakyat.com. Bandung
Asti
Mulasari,Rahma.2013. Petunjuk Praktikum
Teknologi Tepat Guna.Yogyakarta. Universitas Ahmad Dahlan
PRAKTIKUM II
PEMBUATAN CLORINE DIFFUSER
A. TUJUAN
1. Mahasiswa
mampu membuat clorine diffuser
2. Mahasiswa
mengerti penggunaan clorine diffuser
B. ALAT
DAN BAHAN
·
Pipa PVC diameter 1 panjang 40 cm
·
Pipa PVC diameter 0,5 panjang 25 cm
·
DOP PVC diameter 1 dan diameter 0,5
masing-masing 2
·
Pasir kasar 6 gelas
·
Kaporit ½ gelas
·
Graji besi
·
Souldier
·
Listrik
·
Saringan pasir/ayakan
·
meteran
C. CARA
KERJA
1. Potong
pipa PVC diameter 1 sepanjang 40 cm
2. Potong
pia PVC diameter 0,5 sepanjang 25 cm
3. Lubangi
pipa PVC diameter 1 menggunakan souldier yang telah dialiri listrik dan panas,
maisng-masing 5 buah secara merata.
4. Lubangi
dop pipa PVC masing-masing 1 buah lobang
5. Siapkan
tali plastik panjang 30cm, buat satu
lubang pada ujung pipa dan buat
simpul mati.
6. Buat
campuran 1 gelas pasir dan ½ gelas kaporit
7. Masukkan
campuran ini kedalam PVC ¾ nya kemudian tutup dengan dop kedua sisinya
8. Isi
pipa PVC diameter 1 dengan pasir kasar sebanyak 1 gelas
9. Masukkan
pipa PVC diameter 0,5 yang telah berisi
campuran kaporit dan pasir kedalam pipa PVC diameter 1.
10. Isi
kembali pipa PVC diameter 1 dengan pasir kasar penuh sambil diketok-ketok
11. Tutup
ujung pipa PVC diameter 1 yang lain dengan dop PVC dan alat siap digunakan.
D. PEMBAHASAN
Mengingat sekarang pertumbuhan penduduk
yang meningkat begitu cepat yang
memiliki dampak terhadap semakin padatnya rumah penduduk. Penduduk yang padat memiliki dampak terhadap
lingkungan dan juga cadangan air didalam tanah. Padatnya penduduk akan
meningkatkan pencemaran lingkungan karena semakin banyaknya limbah baik limbah
cair maupun limbah padat yang dihasilkan dari aktifitas manusia. Untuk
meningkatkan kualitas air dibutuhkan alat yang dapat meningkatkan kualitas air
salah satunya yaitu Clorine Diffuser. Clorine diffuser memiliki fungsi yaitu
membunuh mikroorganisme yang mencemari air dengan cara memberikan disinfektan
secara berkala pada air sehingga air bebas dari mikroorganisme berbahaya.
Pembuatan clorine diffuser sangat sederhana karena bahan yang dibutuhkan mudah
didapatkan dan relatife terjangkau untuk
masyarakat kalangan menengah sehingga masyarakat luas dapat menggunakannya.
Dalam proses pembuatan tidak harus orang yang ahli, untuk tenaga terlatihpun
dapat membuatnya
E. PRINSIP
KERJA
1. pembubuhan
kaporit secara berlahan pada sarana air bersih
2. terjadinya
diffuse (pencampuran) kaporit dalam tabung dengan air secara berlahan
3. pengaturan
kadar chlor yang keluar sesuai kebutuhan
F. KESIMPULAN
Air
yang bersih sangat bermanfaat bagi masyarakat luas dan juga bagi lingkungan.
G. DAFATAR
PUSTAKA
Indah, werdiningsih.2003. Perbedaan Diameter Pasir Sebagai Media
Difusi Chlorine Diffuser Efektifitas Sisa Chlor Air Sumur Di Dusun Tungkluk
Beji Ngawen Gunung Kidul Yogyakarta, yogyakarta.http://www.fkm.undip.ac.id
Asti Mulasari,Rahma.2013. Petunjuk Praktikum Teknologi Tepat
Guna.Yogyakarta. Universitas Ahmad Dahlan
PRAKTIKUM III
PEMBUATAN BRIKET ARANG
A. TUJUAN
1. Mahasiswa
mampu membuat briket arang
2. Mahasiswa
mengerti penggunaan briket arang
B.
ALAT
DAN BAHAN
·
Arang yang sudah jadi
·
Kompor listrik
·
Panci
·
Penumbuk (lumpang dan alu)
·
Air
·
Kanji
·
Pencetak briket arang
·
Pengayak
·
baskom
C.
CARA
KERJA
1. Arang
yang sudah jadi ditumbuk menggunakan lumpang dan alu hingga
halus kemudian diayak hingga bener-bener arang yang halus yang didapatkan.
2. Panaskan
kanji campur dengan air kemudian ditunggu hingga mendidih
3. Siapkan
arang yang sudah halus ditaruh dalam baskom kemudian diberi kanji yang sudah
mendidih. Fungsi tepung kanji yang sudah dilelehkan yaitu untuk menjadi perekat
briket arang supaya briket tidak mudah pecah. *perlu diingat kanji diusahakan
tetap hangat atau dalam kondisi cair karena jika kanji sudah dingin maka akan
susah untuk merekat dan briket akan mudah pecah.
4. Setelah
adonan jadi maka briket siap di cetak diusakan benar-benar kondisi padat
sehingga briket tidak mudah pecah.
5. Setelah
selesai dicetak maka briket dikeringkan dan briket siap digunakan.
D. PEMBAHASAN
Kayu adalah sumber bahan bakar yang
paling banyak dipakai karena mudah didapat dan sederhana penggunaannya. Namun
dewasa ini tekanan-tekanan terhadap hutan sangatlah berat sehingga mengurangi
persediaan kayu sebagai bahan bakar.
Untuk itu diperlukan alternatife penggantinya dan salah satunya adalah
pembuatan briket arang.
Briket arang merupakan bahan bakar padat
yang mengandung carbon, mempunyai nilai kalori yang tinggi dan dapat menyala
dalam waktu lama. Bioarang adalah arang yang diperoleh dengna membakar biomassa
kering tanpa udara (pirolisis). briket arang tidak hanya menggunakan bahan kayu
mentah dapat juga limbah kayu yaitu berupa serbuk kayu yang belum termanfaat
dengan baik.
E. PRINSIP
KERJA
1. Panas
dihasilkan oleh briket bioarang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan kayu
biasa dan nilai kalor dapat mencapai 5000 kalori(5).
2. Briket
arang bila dibakar tidak menimbulkan asap ataupun bau. Sehingga bagi masyarakat
ekonomi lemah yang tinggal dikota-kota dengan ventilasi perumahan yang kurang
mencukupi, sangat praktis menggunakan briket bioarang
3. Setelah
briket bioarang terbakar (menjadi bara) tidak perlu dilakukan pengipasan atau
diberi udara.
F. KESIMPULAN
Briket bioarang adalah energi alternatif
untuk mengurangi penggunaan BBM sehingga dapat membantu dalam penghematan BBM.
G. DAFTAR
PUSTAKA
Yudanto,Angga.,Kusumaningrum,Kartika.2011.Briket Arang.desakuhijau.org/briket-arang/.
Asti
Mulasari,Rahma.2013. Petunjuk Praktikum
Teknologi Tepat Guna.Yogyakarta. Universitas Ahmad Dahlan
PRAKTIKUM
IV
PEMBUATAN
TUTUP BIOPORI
A.
TUJUAN
1. Mahasiswa
mengetahui cara pembuatan tutup biopori
2. Mahasiswa
mengetahui manfaat biopori
B.
TINJAUAN PUSTAKA
Biopori
adalah lubang sedalam 80-100cm dengan diameter 10-30cm, dimaksudkan sebagai
lubang resapan untuk menampung air hujan dan meresapkan kembali kedalam tanah.
Biopori memperbesar daya tampung tanah terhadap air hujan ke sungai. Dengan
demikian, mengurangi juga aliran dan volume air sungai ketempat yang lebih rendah.
Tekhnologi
bipori memanfaatkan aktifitas mikroorganisme kecil dan sejumlah organisme kecil
untuk mengurangi sampah organik didalam lubang. Mikroorganisme membuar
lubang-lubang kecil didinding lubang selama penguraian. Dalam waktu 2-4 minggu,
proses penguraia menghasilkan pupuk yang berguna sebagai nutrisi tanaman dan
menyehatkan tanah.
C.
ALAT DAN BAHAN
1. Semen
2. Pasir
3. Air
4. Pipa
5. Gergaji
6. Kawat
kecil
D.
CARA KERJA
1. Potonglah
pipa dengan tinggi sekitar 5-10 cm yang berfungsi untuk dijadikan cetakan tutup
biopori
2. Membuat
adonan pasir dan semen dan diasuk dengan air untuk dijadikan tutup biopori
3. Setelah
adonan siap kemudian masukan adonan kedalam cetakan dan beri kawat dan juga
beri lubang pada bagian tutup biopori.
4. Keringkan
tutup biopori dan siap digunakan setelah kering
E.
PEMBAHASAN
Berkurangnya
ruang terbuka hijau menyebabkan berkurangnya permukaan yang dapat meresapkan
air kedalam tanah dikawasan pemukiman. Peningkatan jumlah air hujan yang
dibuang karena berkurangnya laju peresapan air didalam tanah akan menyebabkan
banjir pada musim hujan dan kekeringan pada musim kemarau. Kita sering
mendapati lahan dan saluran air tergenang air, baik karena input air yang masuk
sangat besar atau aliran tidak lancar. Banjir merupakan problem serius dibanyak
kota besar diindonesia.Menerapkan biopori dilingkungan terutama didaerah
perkotaan yang padat penduduk dan daerah yang sudah banyak di bangun dengan
blok-blok sangat membantu tanah untuk
memberikan cadangan air dan juga menyuburkan tanah.
F.
PRINSIP KERJA
1. Ramah
lingkungan dimana dapat membantu memberikan cadangan air didalam tanah dan
menyuburkan tanah akibat proses pengomposan sampah organik
2. Tidak
membutuhkan biaya yang banyak karena prosenya relatif mudah dan perawatannya
juga tidak sulit.
G.
KESIMPULAN
Lubang
biopori sangat bermanfaat bagi lingkungan sehingga dianjurkan bagi lingkungan
yang lahan hijau terbuka sudah mulai sedikit dan padat akan penduduk.
H.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim.
2008. Peraturan Menteri Kehutanan Nomor:
P,70/menhut-II/2008. Pedoman Teknis Rehabilitasi hutan dan Lahan.Jakarta
Purwokusumo,wahyu.2009.
Membuat lubang Resapan Sendiri.http://default.tabloidnova.com/)
Asti
Mulasari,Rahma.2013. Petunjuk Praktikum
Teknologi Tepat Guna.Yogyakarta. Universitas Ahmad Dahlan
PRAKTIKUM
V
PEMBUATAN
ALAT PENJERNIH AIR
A. TUJUAN
1. Mahasiswa
dapat membuat alat penjernih air
2. Mahasiswa
mengetahui fungsi dari alat penjernih air.
B. TINJAUAN
PUSTAKA
Kebutuhan akan air bersih didaerah
pedesaan dan pingiran kota untuk air minum, memasak, mencuci dan sebagainya
harus diperhatikan. Cara penjernih air perlu diketahui karena semakin banyak
sumber air yang tecemar limbah rumah tangga maupun limbah industri. Keuntungan
dari alat penjernih air adalah air yang dihasilkan cukup bersih untuk keperluan
rumah tangga dan cara membuatnya cukup mudah dan sederhana pemeliharaannya.
Bahan-bahan yang digunakan mudah didapatkan didaerah pedesaan. Untuk
kerugiannya yaitu membutuhkan ketelitian dalam pemeliharaan dan cukup memakan
waktu. Karena merawatnya yaitu dengan cara membersihkan keseluruhan dari komponen
yang digunakan sebagai alat penjernih air yaitu drm pengendapan, drum
penyaringan, ijuk, krikil, potongan bata dan pasir semua dicuci terlebih dahulu
dan dikeringkan kemudian disusun kembali seperti semula dan baru dapat
digunakan lagi. Ada komponen yang tidak dapat di gunakan dalam jangka lama
yaitu maximal 3 bulan yaitu arang sehingga setiap 3 bulan harus mengganti dengan yang baru. Penjernih air ini juga
tidak dapat untuk menyaring air yang tercemar oleh bahan kimia sehingga bagi
lingkungan yang sudah tercemar dengan air limbah pabrik yang mengandung zat-zat
kimia tertentu tidak dianjurkan.
C. ALAT
DAN BAHAN
1. 2
drum ijuk
2. Pipa
PVC dengan diameter ¾ inci
3. Kran
air
4. Pasir
5. Krikil
6. Potongan
bata-cat
7. Gergaji
8. Parang
9. Besi
10. Bor
11. Kuas
12. Ember
13. cangkul
D. CARA
KERJA
1. Membuat
pipa penyaring yaitu ambil 2 pipa PVC diameter ¾ inci dengan panjang 35 cm.
Pipa PVC dilubangi teratur sepanjang 20 cm. Bagian dari pipa yang dilubangi
dibalut dengan ijuk kemudian ijuk diikat dengan tali plastik. Salah satu ujung
pipa dibual ulir.
2. Pemasangan
pipa penyaring . pipa penyaring dipasang di drum pengendapan dan penyaringan
dengan jarak 10 cm dari dasar drum.
3. Membuat
drum pengendapan: buat lubang dengan bor besi 10 cm daari dasar drum untuk pipa
penyaring. Pasang pipa penyaring yang sudah dibuat pada soket yang sudah
tersedia. pasang kran. buat lubang pada dasar drum dengan tutup.
4. Membuat
drum penyaring. Buatlah lubang untuk pemasangan pipa penyaring dengan jarak 10
cmdari dasar drum. Isi drum berturut-turut dengan krikil setebal 20 cm, ijuk
5cm, arang 10cm, ijuk 10cm, dan potongan bata 10 cm.
5. Penyusunan
drum endapan dan penyaringan. Drum endapan dan penyaringan disusun bertingkat.
Kran-kran ditutup dan air diikan kedalam drum pengendapan. Setelah 30 menit air
dari drum pengendapan dialirkan kedalam drum penyaringan. Aliran air yang
keluar dari drum penyaringan disesuaikan dengan masukan dari drum pengendapan.
E. PEMBAHASAN
Alat penjernih air berfungsi untuk memenuhi kubutuhan sehari-hari kita
akan air bersih dan sehat. Alat penjernih air akan membantu untuk memenuhi
kebutuhan air skala rumah tangga. Seperti yang kita ketahui, sumber air yang
kita gunakan berasal dari air pemukaan dan air tanah. Dan untuk mendapatkan air
yang berkualitas untuk diminum yaitu
dengan cara mencium bau air dan warna air. Air yang bau pada umumnya terkena material organik yang sudah membusuk
dan warna air yang keruh itu dapat dipengaruhi oleh jenis kandungan yang
terdapat didalam air tersebut. Askpek kehidupan selalu terkait dengan air baik
untuk minum, memasak, mencuci, dan lain sebagainya. Selain bermanfaat untuk
lingkungan sekitar air sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia.didalam tubuh
manusia air memiliki banyak fungsi yaitu untuk menjaga suhu tubuh, menjaga
dehidrasi, metabelisme dan juga kebutuhan lainnya. Untuk mendapatkan kinerja
tubuh yang baik maka harus dipenuhi dengan kebutuhan air yang memiliki kualitas
baik juga maka dari itu dibutuhkan alat penjernih air yang mana akan berfungsi
untuk meningkatkan kualitas air. Kelebihan dari alat ini yaitu dapat menjadikan
air menjadi jernih namun tidak dapat menyaring bahan kimia yang terdapat
didalam kadungan air tersebut. Alat ini dapat diterapkan pada lingkungan yang
airnya tidak tercemar oleh limbah industri.
F. PRINSIP
KERJA
1. Menyaring
air dari kotora-kotoran yang menyebabkan air itu keruh.
2. Hanya
dapat menyaring air dengan limbah alami tidak dapat menyaring air yang
terkontaminsi dengan limbah industri
3. Hanya
dapat digunakan untuk skala rumah tangga
4. Tidak
menggunakan bahan kimia dan bahan yang digunakan mudah untuk didapatkan.
5. Perawatan
yang dilakukan harus hati-hati dan teratur supaya kualitas air tetap terjaga
G. KESIMPULAN
Alat penjernih air ini dapat digunkan
pada lingkungan dengan kualitas air yang tidak tercemar oleh bahan kimia.
H. DAFTAR
PUTAKA
Asti Mulasari,Rahma.2013. Petunjuk Praktikum Teknologi Tepat Guna.Yogyakarta. Universitas
Ahmad Dahlan
PT.Hydro water Teknologi. Fungsi alat penjernih air.2012.
jakarta utara.www.hydro.co.id.
Udeh, mas. Alat penjernih air.2013.surabaya.nicofilter.co.id.
PRAKTIKUM
VI
PEMBUATAN
BATAKO DARI SAMPAH STEROFOM
A. TUJUAN
1. mahasiswa
mengetahui cara pembuatan batako dari sterofom
2. mahasiswa
mengetahui pemanfaatan dari limbah sterofom dan batako sterofom
B. ALAT
DAN BAHAN
1. Semen
2. Pasir
3. Sterofom
4. Air
5. Bak
untuk mengaduk
6. Cetakan
dari kayu
7. Sekop/
pengaduk
8. Parut
(untuk memarut sterofom
C. CARA
KERJA
1. Parut
sterofom
2. Campur
semen : pasir: parutan sterofom dengan perbandingan 1:3:3 buat adonan dengan
menambahkan air
3. Siapkan
cetakan batako yang sudah ada
4. Cetak
adonan batako yang sudah jadi kemudian dikeringkan dengan sinar matahari.
D. PEMBAHASAN
Batako sterofom merupakan salah satu
alternatif untuk mengurangi sampah sterofom. Sampah sterofom adalah sampah
abadi yang mana karena sterofom tidak dapat teruari ditanah. Manusia harus bisa
menjadikan sampah sterofom alat yang dapat bermanfaat bagi manusia. Sterofom
memiliki komponen yang tersusun didalamnya yaitu (benzen, carsinogen, dan
styrene) yang dapat menimbulkan kerusakan pada sum-sum tulang belakang,
menimbulkan anemia dan mengurangi sel darah merah hingga meningkatkan resiko
kanker. Kompenen ini mudah terlepas saat sterofom terpapar oleh pans , lemak
atau minyak. Sterofom selain berbahaya untuk tubuh manusia, sterofom berbahaya
juga untuk lingkungan sekitar. Bahaya yang dihasilkan dari limbah sterofom
yaitu karena sterofom adalah limbah yang tidak adapat terurai sampai kpanpun
seb=hingga dapat menimmbulkan pencemaran bagi lingkungan baik ditanah maupun
dilautan.. batako sterofom dapat membantu menjadikan sampah sterofom menjadi
barang yang dapat digunakan manusia dan bermanfaat juga untuk kebutuhan
manusia. Kelemahan dari batako sterofom ini belum ada penelitianyang mengukur
tingkat kekuatan dari batako ini sehingga belum dapat disosialisasikan dengan
luas. Kesulitan yang dihadapi dalam pembuatan ini saat praktikum yaitu alat
penghancur sterofom yang masih maual sehingga membutuhkan tenaga dan waktu yang
lama dalam menghancurkan sterofom. Hasil yang telah didapat juga batako
sterofom tidak begitu kuat sehingga mudah pecah namun keuntungannya yaitu lebih
ringan dibandingkan dengan batako pasir biasa.
E. PRINSIP
KERJA
1. Membantu
mengolah limbah sterofom menjadi barang yang dapat bermanfaat bagi manusia.
2.
Mengurangi limbah sterofom sehingga
dapat menjaga lingkungan dan juga manusia dari bahaya yang dihasilkan dari
kandungan sterofom.
F. KESIMPULAN
Limbah sterofom yaitu limbah yang tidak
dapat terurai oleh alam sehingga membutuhkan manusia dalam mengolahnya supaya
dapat bermanfaat dan dapat membantu memperkecil bahaya yang dihasilkan
darilimbah sterofom tersebut.
G. DAFTAR
PUSTAKA
Asti Mulasari,Rahma.2013. Petunjuk Praktikum Teknologi Tepat Guna.Yogyakarta. Universitas
Ahmad Dahlan
BAB
VII
PEMBUATAN
KOMPOSTER
A.
TUJUAN
1. Mahasiswa
mampu membuat komposter
2. Mahasiswa
mampu menggunakan koomposter untuk mengolah sampah organik.
B.
ALAT DAN BAHAN
Bahan
1. Bak
plastik tertutup /ember bekas cat
2. Lebaran
asbes plastik
3. Engsel
kran (drat)
4. Kran
5. Pipa
paralon
6. Arang
Bahan
1. Gunting
besi
2. Bor
3. Soldir
4. Lem
pipa
5. Gergaji
besi
C.
CARA KERJA
1. Buat
lubang 3cm dari dasar bak/ ember cat untuk tempat memasang kran
2. Setelah
luban g dibuat, pasangkan kran dan dratnya gar kuat
3. Potong
peralon letakkan sepanjang 6 cm letakkan didasar bak
4. Potong
asbes plastik seukurna diameter bak/ ember cat
5. Masukkan
potongan asbes plastik seukuran diameter bak / ember berbagi 2
6. Masukkan
arang pada saringan kemudian diletakkan dibawah tutup bak dan dikunci
menggunakan kawat.
D.
PEMBAHASAN
Menurut
lembaga bantuan jepang, JICA setiap manusia menghasilkan sampah sekitar 2,5
liter perhari. 60% dari sampah itu adalah sampah organik. Sampah bekas aatau
sisa pakai itu sangat potensial untuk dijadikan kompos, yang merupakan bahan
organik yang baik bagi pertumbuhan tanaman. Konsep kerja kompos adalah dengan
memanfaatkan bakteri untuk menguraikan sampah supaya sampah dapat bermanfaat
bagi manusia dan juga bagi lingkungan. Maslah sampah adalah masalah yang sulit
untuk diselesaikan sehingga membutuhkan bantuan dari masyarakat dari skala
rumah tangga untuk mengolahnya sehingga dapat bermanfaat. Jika masing-masing
rumah tangga menerapkan pengomposan maka sampah organik akan terselesaikan
dengan baik. Teknik pengomposan itu sangat sederhana bahan yang dibutuhkan
yaitu seperti yangtelah dijelaskan diatas.
Kekurangan
dalam pengoposan ini membutuhkan waktu yang lama yaitu 4-6 bulan sehingga butuh
kesabran dalam mengolahnya. Dalam m pasti ada efek yang ditimbulkan yaitu bau
yang tidak enak sehingga pada teknik ini kami menambahkan arang didalam ember
yaitu dibawah tutup ember sehingga bau dapat diserap oleh arang. Pupuk yang
dihasilkan dari pengomposan ini adalah pupuk cair dan dapat langsung digunakan
untuk memupuk tanaman.
E.
PRINSIP KERJA
1. Mengolah
sampah dapur (45% s/d 53%) dari sampah rumah tangga
2. Mengalami
proses pembusukan dengan bantuan mikroorganisme dari sampah dan dan berada yang
ditanah
3. Lama
pengomposan membutuhkan waktu 4-6 bulan setelah ember terisi penuh
F.
KESIMPULAN
Pengomposan
sangat diharapkan dapat diterapkan dalam skala rumah tangga sehingga dapat
mengurangi volume sampah rumah tangga dan menjadikan sampah rumah tangga
menjadi pupuk yang dapat bermanfaat bagi tumbuhan dan juga manusia.
G.
DAFTAR PUSTAKA
Teknik Komposter Skala Rumah Tangga.
2009. puskim.pu.go.id
Asti
Mulasari,Rahma.2013. Petunjuk Praktikum
Teknologi Tepat Guna.Yogyakarta. Universitas Ahmad Dahlan
PRAKTIKUM
VIII
BAK
PENGOMPOSAN TAKAKURA
A.
TUJUAN
1. Mahasiswa
mengetahui cara pembuatan komposter takakura
2. Mahasiswa
mengetahui pemanfaatan komposter takakura
B.
ALAT DAN BAHAN
Cara
membuat keranjang takakura Bahan Utama :
a. Inokulan
b. Keranjang
Bahan
pembuat Inokulan:
a. 15
takar sekam
b. 5
takar tanah
c. 5
takar dedak
d. 1
takar pupuk daun
e. 1
takar pupuk kandang
f. ¼
takar gula
g. Air
secukupnya
C.
CARA KERJA
Keranjang
takakura merupakan alat pengomposan skala rumah tangga yang ditemukan pusdakota
bersama pemerintah kota surabaya, kitakyusu International Techno-cooperative
Associatio, dan pemerintah Kitakyusu jepang pada tahun 2005. Keranjang ini
dirakit dari bahan-bahan sederhan disekitar kita yang mampu mempercepat proses
pembuatan kompos. Satu keranjang standar dengan starter 8 kg yang dipakai oleh
keluarga dengan jumlah total anggota keluarga sebanyak 7 orang. Sampah rumah
tangga yang diolah keranjang ini maksimal 1,5 kg perhari.
Pembuatan Inokulen
Campurkan semua bahan tersebut
dimulai dari sekam, dedak dan dilanjutkan dengan tanah, pupuk daun dan pupuk
kandang. Ditempat terpisah campurkan gula dengan air. Kemudian masukkan air
perlahan kedalam campuran tanah, aduk hingga rata. Kepal campuran tanah dengan
tangan anda,jika campuran meneteskan air campuaran melebihi batas kelembapan
dan sebaliknya. Masukkan bahan inokulan kedalam keranjang plastik. Tutup karung
dan simpan didalam tempat yang teduh dan tertutup, hidari dari cahaya matahari.
Setelah seminggu diperam inokulan siap digunakan.
Pembuatan Komposter Takakura
Siapkan
keranjang, masukkan kardus kedalam keranjang sesuai dengan ukuran. Letakkan
satu set bantal sekam kedalam keranjang
kemudian masukkan inokulan kedalam keranjang ¾ bagian, tutup dengan bantal
sekam kedua berikutnya tutup keranjang dengan kain sebelum ditutup dengan
plastik. Keranjang takakura siap digunakan. Gali lubang ditengah media dengan
menggunakan sekop, kemudian masukkan sampah organik yang telah dipotong
kecil-kecil kemudian timbun dengan media.
D.
PEMBAHASAN
Takakura
merupakan salah satu metode pengomposan baik skala rumah tangga maupun skala
kawasan dengan menggunakan keranjang takakura. Alat sederhana dalam bentuk
keranjang dimana dapat menampung sampah organik rumah tangga dan dapat
mengubahnya menjadi kompos. Metode takkura ini terbukti memiliki keunggulan
karena tidak membutuhkan lahan luas dan kapasitas yang cocok dengan sampah
domestik yang dibuang oleh rumah tangga sehari-hari sehingga sampah organic
rumah tangga dapat dikelola dengan mudah, tidak menimbulkan bau, tidak
membutuhkan banyak waktu, dan hasilnya dapat langsung digunakan.
E.
PRINSIP KERJA
1. Memanfaatkan
limbah rumah tangga untuk dijadikan kompos yang ramah lingkungan dan bermanfaat
bagi manusia.
2. Mengolah
limbah rumah tangga tanpa menyebabkan bau, tanpa membutuhkan waktu yang relatif
lama dan hasil siap digunakan.
3. Dapat
diterapkan didalam lingkup rumah tangga atau kawasan.
F.
KESIMPULAN
Keranjang
takakura memiliki manfaat yaitu mengubah sampah organik menjadi upuk yang dapat
menyuburkan tanah sehingga dapat membantu manusia dalam melestarikan lingkungan
sekitar.
G.
DAFTAR PUSTAKA
Asti
Mulasari,Rahma.2013. Petunjuk Praktikum
Teknologi Tepat Guna.Yogyakarta. Universitas Ahmad Dahlan
PT. Prodia Widyausaha. Manfaat takakura dalam pengolahan sampah
organik rumah tangga. 2013. Jakarta. Prodia.co.id.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
tinggalkan pesan dan kesan ya untuk perbaikan blog ini