Minggu, 07 September 2014

laporan tekhnologi tepat guna

PRAKTIKUM I
ALAT PERANGKAP LALAT SEDERHANA
A.    TUJUAN
1.      Mahasiswa dapat membuat alat perangkap lalat.
2.      Mahasiswa mengetahui kegunaan dari alat perangkap lalat.
B.     BAHAN DAN ALAT
·         1 buah botol ukuran 2 liter yang berbentuk segi 4
·         2 botol ukuran 1,5 liter yang berbentuk bula
·         Gunting dan cuter
·         Tali rafia
·         Air sabun
·         Umpan (ikan asin, trasi)
C.     CARA PEMBUATAN
1.      Siapkan botol segi 4 ukuran 2 liter kemudian dilubangi kedua pinggirnya dengan gunting atau cutter
2.      Siapkan 2 botol bulat ukuran 1,5 liter kemudian gunting botol tersebut menjadi 2 bagian dan ambil yang bagian atasnya
3.      Masukkan bagian atas botol yang dipotong kedalam botol segi 4 yang sudah diberi lubang di kedua sisinya.
4.      Masukkan air sabun kedalam botol segi 4 sebanyak setengahnya.
5.      Lubangi tutup botol untuk membuat gantungan umpan, kemudian ikat umpan dengan tali rafia tersebut.
D.    PEMBAHASAN
Alat perangkap lalat banyak macamnya ada juga yang menggunakan minyak cengkeh yang digunakan untuk mengundang serangga untuk mendekat dan akhirnya terperangkap. Kekurangan dari minyak cengkeh yaitu karena bahan minyak cengkeh yang mahal sehingga tidak dapat digunakan oleh masyarakat yang memiliki penghasilan yang kurang.
Botol plastik minuman yang biasanya hanya menjadi sampah daur ulang dapat digunakan menjadi barang yang bermanfaat sehingga dapat mengurangi populasi lalat karena lalat merupakan hewan yang merugikan. Perangkap lalat ini sangat ekonomis dan juga bermanfaat bagi masyarkat kalangan manapun.
E.     PRINSIP KERJA
Alat ini cara kerjanya yaitu umpan yang digantung dalam botol berfungsi untuk mengundang lalat untuk mendekat karena lalat menyukai bau yang menyengat. Telinga yang dibuat diantara masing-masing sisi botol segi empat itu  bertujuan supaya lalat dapat masuk leluasa kedalam perangkap untuk mendekati umpan yang menyengat itu.  Umpan sebaiknya diletakkan agak rendah dari pintu masuk sehingga lalat dapat turun mendekati air sabun dan akhirnya terperangkap digenangan air.Air sabun yang dimasukkan didalam botol segi empat yaitu berguna untuk melumpuhkan lalat yang sudah terperangkap didalam botol sehingga lalat tidak dapat keluar dan akhirnya mati didalam genangan air sabun.
F.      KESIMPULAN
Perangkap lalat ini dapat digunakan oleh masyarakat luas tanpa harus membeli namun dapat dengan mudah membuat sendiri dan ramah lingkungan.  
G.    DAFTAR PUSTAKA
Goodamgy.2012. benda yang mengusir lalat dan membasmi lalat. www.organisasi.org.
Soreang.2011. Botol plastik jadi perangkap hama di SMKN 3 Baleendah. 2011. www.pikiran-rakyat.com. Bandung
Asti Mulasari,Rahma.2013. Petunjuk Praktikum Teknologi Tepat Guna.Yogyakarta. Universitas Ahmad Dahlan










PRAKTIKUM II
PEMBUATAN CLORINE DIFFUSER
A.    TUJUAN
1.      Mahasiswa mampu membuat clorine diffuser
2.      Mahasiswa mengerti penggunaan clorine diffuser
B.     ALAT DAN BAHAN
·         Pipa PVC diameter 1 panjang 40 cm
·         Pipa PVC diameter 0,5 panjang 25 cm
·         DOP PVC diameter 1 dan diameter 0,5 masing-masing 2
·         Pasir kasar  6 gelas
·         Kaporit ½ gelas
·         Graji besi
·         Souldier
·         Listrik
·         Saringan pasir/ayakan
·         meteran
C.     CARA KERJA
1.      Potong pipa PVC diameter 1 sepanjang 40 cm
2.      Potong pia PVC diameter 0,5 sepanjang 25 cm
3.      Lubangi pipa PVC diameter 1 menggunakan souldier yang telah dialiri listrik dan panas, maisng-masing 5 buah secara merata.
4.      Lubangi dop pipa PVC masing-masing 1 buah lobang
5.      Siapkan tali plastik panjang 30cm, buat satu  lubang pada ujung pipa  dan buat simpul mati.
6.      Buat campuran 1 gelas pasir dan ½ gelas kaporit
7.      Masukkan campuran ini kedalam PVC ¾ nya kemudian tutup dengan dop kedua sisinya
8.      Isi pipa PVC diameter 1 dengan pasir kasar sebanyak 1 gelas
9.      Masukkan pipa PVC diameter 0,5  yang telah berisi campuran kaporit dan pasir kedalam pipa PVC diameter 1.
10.  Isi kembali pipa PVC diameter 1 dengan pasir kasar penuh sambil diketok-ketok
11.  Tutup ujung pipa PVC diameter 1 yang lain dengan dop PVC dan alat siap digunakan.
D.    PEMBAHASAN
Mengingat sekarang pertumbuhan penduduk yang meningkat begitu cepat  yang memiliki dampak terhadap semakin padatnya rumah penduduk.  Penduduk yang padat memiliki dampak terhadap lingkungan dan juga cadangan air didalam tanah. Padatnya penduduk akan meningkatkan pencemaran lingkungan karena semakin banyaknya limbah baik limbah cair maupun limbah padat yang dihasilkan dari aktifitas manusia. Untuk meningkatkan kualitas air dibutuhkan alat yang dapat meningkatkan kualitas air salah satunya yaitu Clorine Diffuser. Clorine diffuser memiliki fungsi yaitu membunuh mikroorganisme yang mencemari air dengan cara memberikan disinfektan secara berkala pada air sehingga air bebas dari mikroorganisme berbahaya. Pembuatan clorine diffuser sangat sederhana karena bahan yang dibutuhkan mudah didapatkan  dan relatife terjangkau untuk masyarakat kalangan menengah sehingga masyarakat luas dapat menggunakannya. Dalam proses pembuatan tidak harus orang yang ahli, untuk tenaga terlatihpun dapat membuatnya
E.     PRINSIP KERJA
1.      pembubuhan kaporit secara berlahan pada sarana air bersih
2.      terjadinya diffuse (pencampuran) kaporit dalam tabung dengan air secara berlahan
3.      pengaturan kadar chlor yang keluar sesuai kebutuhan
F.      KESIMPULAN
Air yang bersih sangat bermanfaat bagi masyarakat luas dan juga bagi lingkungan.
G.    DAFATAR PUSTAKA
Indah, werdiningsih.2003. Perbedaan Diameter Pasir Sebagai Media Difusi Chlorine Diffuser Efektifitas Sisa Chlor Air Sumur Di Dusun Tungkluk Beji Ngawen Gunung Kidul Yogyakarta, yogyakarta.http://www.fkm.undip.ac.id
Asti Mulasari,Rahma.2013. Petunjuk Praktikum Teknologi Tepat Guna.Yogyakarta. Universitas Ahmad Dahlan



PRAKTIKUM III
PEMBUATAN BRIKET ARANG
A.    TUJUAN
1.      Mahasiswa mampu membuat briket arang
2.      Mahasiswa mengerti penggunaan briket arang
B.     ALAT DAN BAHAN
·         Arang yang sudah jadi
·         Kompor listrik
·         Panci
·         Penumbuk (lumpang dan alu)
·         Air
·         Kanji
·         Pencetak briket arang
·         Pengayak
·         baskom
C.    CARA KERJA
1.      Arang yang sudah jadi   ditumbuk menggunakan lumpang dan alu hingga halus kemudian diayak hingga bener-bener arang yang halus yang didapatkan.
2.      Panaskan kanji campur dengan air kemudian ditunggu hingga mendidih
3.      Siapkan arang yang sudah halus ditaruh dalam baskom kemudian diberi kanji yang sudah mendidih. Fungsi tepung kanji yang sudah dilelehkan yaitu untuk menjadi perekat briket arang supaya briket tidak mudah pecah. *perlu diingat kanji diusahakan tetap hangat atau dalam kondisi cair karena jika kanji sudah dingin maka akan susah untuk merekat dan briket akan mudah pecah.
4.      Setelah adonan jadi maka briket siap di cetak diusakan benar-benar kondisi padat sehingga briket tidak mudah pecah.
5.      Setelah selesai dicetak maka briket dikeringkan dan briket siap digunakan.
D.    PEMBAHASAN
Kayu adalah sumber bahan bakar yang paling banyak dipakai karena mudah didapat dan sederhana penggunaannya. Namun dewasa ini tekanan-tekanan terhadap hutan sangatlah berat sehingga mengurangi persediaan  kayu sebagai bahan bakar. Untuk itu diperlukan alternatife penggantinya dan salah satunya adalah pembuatan briket arang.
Briket arang merupakan bahan bakar padat yang mengandung carbon, mempunyai nilai kalori yang tinggi dan dapat menyala dalam waktu lama. Bioarang adalah arang yang diperoleh dengna membakar biomassa kering tanpa udara (pirolisis). briket arang tidak hanya menggunakan bahan kayu mentah dapat juga limbah kayu yaitu berupa serbuk kayu yang belum termanfaat dengan baik.
E.     PRINSIP KERJA
1.      Panas dihasilkan oleh briket bioarang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan kayu biasa dan nilai kalor dapat mencapai 5000 kalori(5).
2.      Briket arang bila dibakar tidak menimbulkan asap ataupun bau. Sehingga bagi masyarakat ekonomi lemah yang tinggal dikota-kota dengan ventilasi perumahan yang kurang mencukupi, sangat praktis menggunakan briket bioarang
3.      Setelah briket bioarang terbakar (menjadi bara) tidak perlu dilakukan pengipasan atau diberi udara.
F.      KESIMPULAN
Briket bioarang adalah energi alternatif untuk mengurangi penggunaan BBM sehingga dapat membantu dalam penghematan BBM.
G.    DAFTAR PUSTAKA
Yudanto,Angga.,Kusumaningrum,Kartika.2011.Briket Arang.desakuhijau.org/briket-arang/.
Asti Mulasari,Rahma.2013. Petunjuk Praktikum Teknologi Tepat Guna.Yogyakarta. Universitas Ahmad Dahlan






PRAKTIKUM IV
PEMBUATAN TUTUP BIOPORI
A.    TUJUAN
1.      Mahasiswa mengetahui cara pembuatan tutup biopori
2.      Mahasiswa mengetahui manfaat biopori
B.     TINJAUAN PUSTAKA
Biopori adalah lubang sedalam 80-100cm dengan diameter 10-30cm, dimaksudkan sebagai lubang resapan untuk menampung air hujan dan meresapkan kembali kedalam tanah. Biopori memperbesar daya tampung tanah terhadap air hujan ke sungai. Dengan demikian, mengurangi juga aliran dan volume air sungai ketempat yang lebih rendah.
Tekhnologi bipori memanfaatkan aktifitas mikroorganisme kecil dan sejumlah organisme kecil untuk mengurangi sampah organik didalam lubang. Mikroorganisme membuar lubang-lubang kecil didinding lubang  selama penguraian. Dalam waktu 2-4 minggu, proses penguraia menghasilkan pupuk yang berguna sebagai nutrisi tanaman dan menyehatkan tanah.
C.     ALAT DAN BAHAN
1.      Semen
2.      Pasir
3.      Air
4.      Pipa
5.      Gergaji
6.      Kawat kecil
D.    CARA KERJA
1.      Potonglah pipa dengan tinggi sekitar 5-10 cm yang berfungsi untuk dijadikan cetakan tutup biopori
2.      Membuat adonan pasir dan semen dan diasuk dengan air untuk dijadikan tutup biopori
3.      Setelah adonan siap kemudian masukan adonan kedalam cetakan dan beri kawat dan juga beri lubang pada bagian tutup biopori.
4.      Keringkan tutup biopori dan siap digunakan setelah kering
E.     PEMBAHASAN
Berkurangnya ruang terbuka hijau menyebabkan berkurangnya permukaan yang dapat meresapkan air kedalam tanah dikawasan pemukiman. Peningkatan jumlah air hujan yang dibuang karena berkurangnya laju peresapan air didalam tanah akan menyebabkan banjir pada musim hujan dan kekeringan pada musim kemarau. Kita sering mendapati lahan dan saluran air tergenang air, baik karena input air yang masuk sangat besar atau aliran tidak lancar. Banjir merupakan problem serius dibanyak kota besar diindonesia.Menerapkan biopori dilingkungan terutama didaerah perkotaan yang padat penduduk dan daerah yang sudah banyak di bangun dengan blok-blok  sangat membantu tanah untuk memberikan cadangan air dan juga menyuburkan tanah.
F.      PRINSIP KERJA
1.      Ramah lingkungan dimana dapat membantu memberikan cadangan air didalam tanah dan menyuburkan tanah akibat proses pengomposan sampah organik
2.      Tidak membutuhkan biaya yang banyak karena prosenya relatif mudah dan perawatannya juga tidak sulit.
G.    KESIMPULAN
Lubang biopori sangat bermanfaat bagi lingkungan sehingga dianjurkan bagi lingkungan yang lahan hijau terbuka sudah mulai sedikit dan padat akan penduduk.
H.    DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2008. Peraturan Menteri Kehutanan Nomor: P,70/menhut-II/2008. Pedoman Teknis Rehabilitasi hutan dan Lahan.Jakarta
Purwokusumo,wahyu.2009. Membuat lubang Resapan Sendiri.http://default.tabloidnova.com/)
Asti Mulasari,Rahma.2013. Petunjuk Praktikum Teknologi Tepat Guna.Yogyakarta. Universitas Ahmad Dahlan





PRAKTIKUM V
PEMBUATAN ALAT PENJERNIH AIR
A.    TUJUAN
1.      Mahasiswa dapat membuat alat penjernih air
2.      Mahasiswa mengetahui fungsi dari alat penjernih air.
B.     TINJAUAN PUSTAKA
Kebutuhan akan air bersih didaerah pedesaan dan pingiran kota untuk air minum, memasak, mencuci dan sebagainya harus diperhatikan. Cara penjernih air perlu diketahui karena semakin banyak sumber air yang tecemar limbah rumah tangga maupun limbah industri. Keuntungan dari alat penjernih air adalah air yang dihasilkan cukup bersih untuk keperluan rumah tangga dan cara membuatnya cukup mudah dan sederhana pemeliharaannya. Bahan-bahan yang digunakan mudah didapatkan didaerah pedesaan. Untuk kerugiannya yaitu membutuhkan ketelitian dalam pemeliharaan dan cukup memakan waktu. Karena merawatnya yaitu dengan cara membersihkan keseluruhan dari komponen yang digunakan sebagai alat penjernih air yaitu drm pengendapan, drum penyaringan, ijuk, krikil, potongan bata dan pasir semua dicuci terlebih dahulu dan dikeringkan kemudian disusun kembali seperti semula dan baru dapat digunakan lagi. Ada komponen yang tidak dapat di gunakan dalam jangka lama yaitu maximal 3 bulan yaitu arang sehingga setiap 3 bulan harus mengganti  dengan yang baru. Penjernih air ini juga tidak dapat untuk menyaring air yang tercemar oleh bahan kimia sehingga bagi lingkungan yang sudah tercemar dengan air limbah pabrik yang mengandung zat-zat kimia tertentu tidak dianjurkan.
C.     ALAT DAN BAHAN
1.      2 drum ijuk
2.      Pipa PVC dengan diameter ¾ inci
3.      Kran air
4.      Pasir
5.      Krikil
6.      Potongan bata-cat
7.      Gergaji
8.      Parang
9.      Besi
10.  Bor
11.  Kuas
12.  Ember
13.  cangkul
D.    CARA KERJA
1.      Membuat pipa penyaring yaitu ambil 2 pipa PVC diameter ¾ inci dengan panjang 35 cm. Pipa PVC dilubangi teratur sepanjang 20 cm. Bagian dari pipa yang dilubangi dibalut dengan ijuk kemudian ijuk diikat dengan tali plastik. Salah satu ujung pipa dibual ulir.
2.      Pemasangan pipa penyaring . pipa penyaring dipasang di drum pengendapan dan penyaringan dengan jarak 10 cm dari dasar drum.
3.      Membuat drum pengendapan: buat lubang dengan bor besi 10 cm daari dasar drum untuk pipa penyaring. Pasang pipa penyaring yang sudah dibuat pada soket yang sudah tersedia. pasang kran. buat lubang pada dasar drum dengan tutup.
4.      Membuat drum penyaring. Buatlah lubang untuk pemasangan pipa penyaring dengan jarak 10 cmdari dasar drum. Isi drum berturut-turut dengan krikil setebal 20 cm, ijuk 5cm, arang 10cm, ijuk 10cm, dan potongan bata 10 cm.
5.      Penyusunan drum endapan dan penyaringan. Drum endapan dan penyaringan disusun bertingkat. Kran-kran ditutup dan air diikan kedalam drum pengendapan. Setelah 30 menit air dari drum pengendapan dialirkan kedalam drum penyaringan. Aliran air yang keluar dari drum penyaringan disesuaikan dengan masukan dari drum pengendapan.
E.     PEMBAHASAN
Alat penjernih air berfungsi  untuk memenuhi kubutuhan sehari-hari kita akan air bersih dan sehat. Alat penjernih air akan membantu untuk memenuhi kebutuhan air skala rumah tangga. Seperti yang kita ketahui, sumber air yang kita gunakan berasal dari air pemukaan dan air tanah. Dan untuk mendapatkan air yang berkualitas  untuk diminum yaitu dengan cara mencium bau air dan warna air. Air yang bau pada umumnya  terkena material organik yang sudah membusuk dan warna air yang keruh itu dapat dipengaruhi oleh jenis kandungan yang terdapat didalam air tersebut. Askpek kehidupan selalu terkait dengan air baik untuk minum, memasak, mencuci, dan lain sebagainya. Selain bermanfaat untuk lingkungan sekitar air sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia.didalam tubuh manusia air memiliki banyak fungsi yaitu untuk menjaga suhu tubuh, menjaga dehidrasi, metabelisme dan juga kebutuhan lainnya. Untuk mendapatkan kinerja tubuh yang baik maka harus dipenuhi dengan kebutuhan air yang memiliki kualitas baik juga maka dari itu dibutuhkan alat penjernih air yang mana akan berfungsi untuk meningkatkan kualitas air. Kelebihan dari alat ini yaitu dapat menjadikan air menjadi jernih namun tidak dapat menyaring bahan kimia yang terdapat didalam kadungan air tersebut. Alat ini dapat diterapkan pada lingkungan yang airnya tidak tercemar oleh limbah industri.
F.      PRINSIP KERJA
1.      Menyaring air dari kotora-kotoran yang menyebabkan air itu keruh.
2.      Hanya dapat menyaring air dengan limbah alami tidak dapat menyaring air yang terkontaminsi dengan limbah industri
3.      Hanya dapat digunakan untuk skala rumah tangga
4.      Tidak menggunakan bahan kimia dan bahan yang digunakan mudah untuk didapatkan.
5.      Perawatan yang dilakukan harus hati-hati dan teratur supaya kualitas air tetap terjaga
G.    KESIMPULAN
Alat penjernih air ini dapat digunkan pada lingkungan dengan kualitas air yang tidak tercemar oleh bahan kimia.
H.    DAFTAR PUTAKA
Asti Mulasari,Rahma.2013. Petunjuk Praktikum Teknologi Tepat Guna.Yogyakarta. Universitas Ahmad Dahlan
PT.Hydro water Teknologi. Fungsi alat penjernih air.2012. jakarta utara.www.hydro.co.id.
Udeh, mas. Alat penjernih air.2013.surabaya.nicofilter.co.id.
PRAKTIKUM VI
PEMBUATAN BATAKO DARI SAMPAH STEROFOM
A.    TUJUAN
1.      mahasiswa mengetahui cara pembuatan batako dari sterofom
2.      mahasiswa mengetahui pemanfaatan dari limbah sterofom dan batako sterofom
B.     ALAT DAN BAHAN
1.      Semen
2.      Pasir
3.      Sterofom
4.      Air
5.      Bak untuk mengaduk
6.      Cetakan dari kayu
7.      Sekop/ pengaduk
8.      Parut (untuk memarut sterofom
C.     CARA KERJA
1.      Parut sterofom
2.      Campur semen : pasir: parutan sterofom dengan perbandingan 1:3:3 buat adonan dengan menambahkan air
3.      Siapkan cetakan batako yang sudah ada
4.      Cetak adonan batako yang sudah jadi kemudian dikeringkan dengan sinar matahari.
D.    PEMBAHASAN
Batako sterofom merupakan salah satu alternatif untuk mengurangi sampah sterofom. Sampah sterofom adalah sampah abadi yang mana karena sterofom tidak dapat teruari ditanah. Manusia harus bisa menjadikan sampah sterofom alat yang dapat bermanfaat bagi manusia. Sterofom memiliki komponen yang tersusun didalamnya yaitu (benzen, carsinogen, dan styrene) yang dapat menimbulkan kerusakan pada sum-sum tulang belakang, menimbulkan anemia dan mengurangi sel darah merah hingga meningkatkan resiko kanker. Kompenen ini mudah terlepas saat sterofom terpapar oleh pans , lemak atau minyak. Sterofom selain berbahaya untuk tubuh manusia, sterofom berbahaya juga untuk lingkungan sekitar. Bahaya yang dihasilkan dari limbah sterofom yaitu karena sterofom adalah limbah yang tidak adapat terurai sampai kpanpun seb=hingga dapat menimmbulkan pencemaran bagi lingkungan baik ditanah maupun dilautan.. batako sterofom dapat membantu menjadikan sampah sterofom menjadi barang yang dapat digunakan manusia dan bermanfaat juga untuk kebutuhan manusia. Kelemahan dari batako sterofom ini belum ada penelitianyang mengukur tingkat kekuatan dari batako ini sehingga belum dapat disosialisasikan dengan luas. Kesulitan yang dihadapi dalam pembuatan ini saat praktikum yaitu alat penghancur sterofom yang masih maual sehingga membutuhkan tenaga dan waktu yang lama dalam menghancurkan sterofom. Hasil yang telah didapat juga batako sterofom tidak begitu kuat sehingga mudah pecah namun keuntungannya yaitu lebih ringan dibandingkan dengan batako pasir biasa.
E.     PRINSIP KERJA
1.      Membantu mengolah limbah sterofom menjadi barang yang dapat bermanfaat bagi manusia.
2.   Mengurangi limbah sterofom sehingga dapat menjaga lingkungan dan juga manusia dari bahaya yang dihasilkan dari kandungan sterofom.
F.      KESIMPULAN
Limbah sterofom yaitu limbah yang tidak dapat terurai oleh alam sehingga membutuhkan manusia dalam mengolahnya supaya dapat bermanfaat dan dapat membantu memperkecil bahaya yang dihasilkan darilimbah sterofom tersebut.
G.    DAFTAR PUSTAKA
Asti Mulasari,Rahma.2013. Petunjuk Praktikum Teknologi Tepat Guna.Yogyakarta. Universitas Ahmad Dahlan



BAB VII
PEMBUATAN KOMPOSTER
A.    TUJUAN
1.      Mahasiswa mampu membuat komposter
2.      Mahasiswa mampu menggunakan koomposter untuk mengolah sampah organik.
B.     ALAT DAN BAHAN
Bahan
1.      Bak plastik tertutup /ember bekas cat
2.      Lebaran asbes plastik
3.      Engsel kran (drat)
4.      Kran
5.      Pipa paralon
6.      Arang
Bahan
1.      Gunting besi
2.      Bor
3.      Soldir
4.      Lem pipa
5.      Gergaji besi
C.     CARA KERJA
1.      Buat lubang 3cm dari dasar bak/ ember cat untuk tempat memasang kran
2.      Setelah luban g dibuat, pasangkan kran dan dratnya gar kuat
3.      Potong peralon letakkan sepanjang 6 cm letakkan didasar bak
4.      Potong asbes plastik seukurna diameter bak/ ember cat
5.      Masukkan potongan asbes plastik seukuran diameter bak / ember berbagi 2
6.      Masukkan arang pada saringan kemudian diletakkan dibawah tutup bak dan dikunci menggunakan kawat.

D.    PEMBAHASAN
Menurut lembaga bantuan jepang, JICA setiap manusia menghasilkan sampah sekitar 2,5 liter perhari. 60% dari sampah itu adalah sampah organik. Sampah bekas aatau sisa pakai itu sangat potensial untuk dijadikan kompos, yang merupakan bahan organik yang baik bagi pertumbuhan tanaman. Konsep kerja kompos adalah dengan memanfaatkan bakteri untuk menguraikan sampah supaya sampah dapat bermanfaat bagi manusia dan juga bagi lingkungan. Maslah sampah adalah masalah yang sulit untuk diselesaikan sehingga membutuhkan bantuan dari masyarakat dari skala rumah tangga untuk mengolahnya sehingga dapat bermanfaat. Jika masing-masing rumah tangga menerapkan pengomposan maka sampah organik akan terselesaikan dengan baik. Teknik pengomposan itu sangat sederhana bahan yang dibutuhkan yaitu seperti yangtelah dijelaskan diatas.
Kekurangan dalam pengoposan ini membutuhkan waktu yang lama yaitu 4-6 bulan sehingga butuh kesabran dalam mengolahnya. Dalam m pasti ada efek yang ditimbulkan yaitu bau yang tidak enak sehingga pada teknik ini kami menambahkan arang didalam ember yaitu dibawah tutup ember sehingga bau dapat diserap oleh arang. Pupuk yang dihasilkan dari pengomposan ini adalah pupuk cair dan dapat langsung digunakan untuk memupuk tanaman.
E.     PRINSIP KERJA
1.      Mengolah sampah dapur (45% s/d 53%) dari sampah rumah tangga
2.      Mengalami proses pembusukan dengan bantuan mikroorganisme dari sampah dan dan berada yang ditanah
3.      Lama pengomposan membutuhkan waktu 4-6 bulan setelah ember terisi penuh
F.      KESIMPULAN
Pengomposan sangat diharapkan dapat diterapkan dalam skala rumah tangga sehingga dapat mengurangi volume sampah rumah tangga dan menjadikan sampah rumah tangga menjadi pupuk yang dapat bermanfaat bagi tumbuhan dan juga manusia.
G.    DAFTAR PUSTAKA
Teknik Komposter Skala Rumah Tangga. 2009. puskim.pu.go.id
Asti Mulasari,Rahma.2013. Petunjuk Praktikum Teknologi Tepat Guna.Yogyakarta. Universitas Ahmad Dahlan

PRAKTIKUM VIII
BAK PENGOMPOSAN TAKAKURA
A.    TUJUAN
1.      Mahasiswa mengetahui cara pembuatan komposter takakura
2.      Mahasiswa mengetahui pemanfaatan komposter takakura
B.     ALAT DAN BAHAN
Cara membuat keranjang takakura Bahan Utama :
a.       Inokulan
b.      Keranjang
Bahan pembuat Inokulan:
a.       15 takar sekam
b.      5 takar tanah
c.       5 takar dedak
d.      1 takar pupuk daun
e.       1 takar pupuk kandang
f.       ¼ takar gula
g.      Air secukupnya
C.     CARA KERJA
Keranjang takakura merupakan alat pengomposan skala rumah tangga yang ditemukan pusdakota bersama pemerintah kota surabaya, kitakyusu International Techno-cooperative Associatio, dan pemerintah Kitakyusu jepang pada tahun 2005. Keranjang ini dirakit dari bahan-bahan sederhan disekitar kita yang mampu mempercepat proses pembuatan kompos. Satu keranjang standar dengan starter 8 kg yang dipakai oleh keluarga dengan jumlah total anggota keluarga sebanyak 7 orang. Sampah rumah tangga yang diolah keranjang ini maksimal 1,5 kg perhari.
Pembuatan Inokulen
            Campurkan semua bahan tersebut dimulai dari sekam, dedak dan dilanjutkan dengan tanah, pupuk daun dan pupuk kandang. Ditempat terpisah campurkan gula dengan air. Kemudian masukkan air perlahan kedalam campuran tanah, aduk hingga rata. Kepal campuran tanah dengan tangan anda,jika campuran meneteskan air campuaran melebihi batas kelembapan dan sebaliknya. Masukkan bahan inokulan kedalam keranjang plastik. Tutup karung dan simpan didalam tempat yang teduh dan tertutup, hidari dari cahaya matahari. Setelah seminggu diperam inokulan siap digunakan.
Pembuatan Komposter Takakura
Siapkan keranjang, masukkan kardus kedalam keranjang sesuai dengan ukuran. Letakkan satu set bantal sekam  kedalam keranjang kemudian masukkan inokulan kedalam keranjang ¾ bagian, tutup dengan bantal sekam kedua berikutnya tutup keranjang dengan kain sebelum ditutup dengan plastik. Keranjang takakura siap digunakan. Gali lubang ditengah media dengan menggunakan sekop, kemudian masukkan sampah organik yang telah dipotong kecil-kecil kemudian timbun dengan media.
D.    PEMBAHASAN
Takakura merupakan salah satu metode pengomposan baik skala rumah tangga maupun skala kawasan dengan menggunakan keranjang takakura. Alat sederhana dalam bentuk keranjang dimana dapat menampung sampah organik rumah tangga dan dapat mengubahnya menjadi kompos. Metode takkura ini terbukti memiliki keunggulan karena tidak membutuhkan lahan luas dan kapasitas yang cocok dengan sampah domestik yang dibuang oleh rumah tangga sehari-hari sehingga sampah organic rumah tangga dapat dikelola dengan mudah, tidak menimbulkan bau, tidak membutuhkan banyak waktu, dan hasilnya dapat langsung digunakan.
E.     PRINSIP KERJA
1.      Memanfaatkan limbah rumah tangga untuk dijadikan kompos yang ramah lingkungan dan bermanfaat bagi manusia.
2.      Mengolah limbah rumah tangga tanpa menyebabkan bau, tanpa membutuhkan waktu yang relatif lama dan hasil siap digunakan.
3.      Dapat diterapkan didalam lingkup rumah tangga atau kawasan.


F.      KESIMPULAN
Keranjang takakura memiliki manfaat yaitu mengubah sampah organik menjadi upuk yang dapat menyuburkan tanah sehingga dapat membantu manusia dalam melestarikan lingkungan sekitar.
G.    DAFTAR PUSTAKA
Asti Mulasari,Rahma.2013. Petunjuk Praktikum Teknologi Tepat Guna.Yogyakarta. Universitas Ahmad Dahlan
PT. Prodia Widyausaha. Manfaat takakura dalam pengolahan sampah organik rumah tangga. 2013. Jakarta. Prodia.co.id.






















Tidak ada komentar:

Posting Komentar

tinggalkan pesan dan kesan ya untuk perbaikan blog ini