Apa yang bisa aku tuliskan hari ini. Mengawali pagi dengan
tulisan dan motivasi baru. Hanya waktu pagi aku bisa meluangkan waktu untuk
menulis karena kalau siang sampai malam aku melakukan aktivitas sebagai
mahasiswa. Karena memang jadwalku sore sampai malam. Tidak banyak yang dapat
aku lakukan sebagai mahasiswa. Karena pada dasarnya aku tidak memiliki motivasi
yang baik untukmeningkatkan kualitas diriku. Namun, semakin bertambahnya usiaku
aku semakin mengenal diriku dan aku ingin diriku menjadi bermanfaat bagi orang
lain dan ingin melakukan hal-hal seperti mereka yang dapat melakukan hal yang
bermanfaat untuk Indonesia. Pada awal aku menulis, aku menulis tentang
keinginanku untuk menulis dan harapanku untuk Indonesia yang berharap semoga
menjadi lebih baik.
Untuk saat ini aku ingin berbagi bagai mana aku mengamati
lingkungan sekitarku yang slalu memiliki sisi negative dan sisi positif. Melihat
masyarakat Indonesia menjalani kehidupan sehari-harinya banyak yang dapat aku
ambil pelajaran. Memang mungkin hanya lingkup daerah yang aku tinggali
penilaian ini berlaku karena memang
tidak dapat digeneralisasi karena bukan penelitian hanya sekedar
observasi.
Aku tinggal di Yogyakarta dari tahun 2006 lalu tepatnya 10
januari 2006. Dimana aku pertamakali menginjakkan kaki dijogja. Pada tahun 2006 jogja adalah kota yang belum
begitu ramai dengan kendaraan bermotor tapi kota yang asri dan bersih sudah 8
tahun berlalu dan kini memang mengalami kemajuan yang pesat. Jogja menjadi kota
yang padat dengan kendaraan bermotor dan juga akan mengalami kemacetan di
beberapa titik bagian kota jogja, apalagi akhir pekan bakal malas untuk keluar
rumah karena memang padatnya kendaraan. Namun dari perubahan waktu tersebut ada
yang tidak berubah dari jogja, jogja tetap kuat dengan tradisi dan budayanya,
walaupun jaman semakin modern namun budaya tetap eksis. Disini kita bisa belajar bagaimana kita harus
mencintai budaya dan adat dari masing-masing daerah dimana kita berasal. Aku berasal
dari kota jawa, berdarah jawa namun aku dilahirkan di Sumatra dan masa kecilku
di Sumatra dengan begitu aku dikenalkan banyak macam budaya baik budaya Sumatra
maupun budaya jawa. Aku berusaha untuk menyukainya dan bangga bisa kenal dengan
budaya yang unik dan banyak keanekaragaman dan juga makna yang terkadung
didalamnya.
Hal yang negative, inilah kehidupan banyak yang dapat kita
pelajari. Masih kurang sadarnya masyarakat terhadap kebersihan lingkungan dan
juga keindahan kota. Pemerintah selalu berusaha melakukan program-program kerja
dimana ditujukan untuk membangun kota jogja menjadi kota pariwisata yang bersih
dan ramah lingkungan belum sepenuhnya dapat dicapai. Masih banyak masyarakat yag
membuang sampah sembarangan tidak membuang sampah di tempat sampah maupun
tempat pembuangan sementara. Sampah justru dibuang dilahan kosong yang mana
lama-kelamaan sampah akan menumpuk dan akan menimbulkan bau tidak sedap. Mencoret-coret
tembok, ini adalah ulah dari pelajar-pelajar yang tidak paham akan pentingnya
estetika, banyak coretan-coretan menggunakan pilok bertebaran di sudut-sudut kota
yang sangat menganggu pemandangan.
Ayolah guys mari kita jaga kebersihan kota jogja dan
kenalkan budaya jogja dimana saja supaya jogja tetap nyaman di tinggali dan lebih dikenal. Generasi
muda jangan gunakan waktu luangmu untuk melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat
atau merugikan orang lain. Gunakanlah waktumu untuk belajar dan melakukan
hal-hal yang bermanfaat.
semoga bermanfaat
by winda arisukmawati
belajar-belajar nda hari ini ada konsul latlogar belakang jangan mainan blog terus
BalasHapus