Kamis, 13 November 2014

mengamati lingkungan yang terus berubah

Apa yang bisa aku tuliskan hari ini. Mengawali pagi dengan tulisan dan motivasi baru. Hanya waktu pagi aku bisa meluangkan waktu untuk menulis karena kalau siang sampai malam aku melakukan aktivitas sebagai mahasiswa. Karena memang jadwalku sore sampai malam. Tidak banyak yang dapat aku lakukan sebagai mahasiswa. Karena pada dasarnya aku tidak memiliki motivasi yang baik untukmeningkatkan kualitas diriku. Namun, semakin bertambahnya usiaku aku semakin mengenal diriku dan aku ingin diriku menjadi bermanfaat bagi orang lain dan ingin melakukan hal-hal seperti mereka yang dapat melakukan hal yang bermanfaat untuk Indonesia. Pada awal aku menulis, aku menulis tentang keinginanku untuk menulis dan harapanku untuk Indonesia yang berharap semoga menjadi lebih baik.

Untuk saat ini aku ingin berbagi bagai mana aku mengamati lingkungan sekitarku yang slalu memiliki sisi negative dan sisi positif. Melihat masyarakat Indonesia menjalani kehidupan sehari-harinya banyak yang dapat aku ambil pelajaran. Memang mungkin hanya lingkup daerah yang aku tinggali penilaian ini berlaku karena memang  tidak dapat digeneralisasi karena bukan penelitian hanya sekedar observasi.

Aku tinggal di Yogyakarta dari tahun 2006 lalu tepatnya 10 januari 2006. Dimana aku pertamakali menginjakkan kaki dijogja.  Pada tahun 2006 jogja adalah kota yang belum begitu ramai dengan kendaraan bermotor tapi kota yang asri dan bersih sudah 8 tahun berlalu dan kini memang mengalami kemajuan yang pesat. Jogja menjadi kota yang padat dengan kendaraan bermotor dan juga akan mengalami kemacetan di beberapa titik bagian kota jogja, apalagi akhir pekan bakal malas untuk keluar rumah karena memang padatnya kendaraan. Namun dari perubahan waktu tersebut ada yang tidak berubah dari jogja, jogja tetap kuat dengan tradisi dan budayanya, walaupun jaman semakin modern namun budaya tetap eksis.  Disini kita bisa belajar bagaimana kita harus mencintai budaya dan adat dari masing-masing daerah dimana kita berasal. Aku berasal dari kota jawa, berdarah jawa namun aku dilahirkan di Sumatra dan masa kecilku di Sumatra dengan begitu aku dikenalkan banyak macam budaya baik budaya Sumatra maupun budaya jawa. Aku berusaha untuk menyukainya dan bangga bisa kenal dengan budaya yang unik dan banyak keanekaragaman dan juga makna yang terkadung didalamnya.

Hal yang negative, inilah kehidupan banyak yang dapat kita pelajari. Masih kurang sadarnya masyarakat terhadap kebersihan lingkungan dan juga keindahan kota. Pemerintah selalu berusaha melakukan program-program kerja dimana ditujukan untuk membangun kota jogja menjadi kota pariwisata yang bersih dan ramah lingkungan belum sepenuhnya dapat dicapai. Masih banyak masyarakat yag membuang sampah sembarangan tidak membuang sampah di tempat sampah maupun tempat pembuangan sementara. Sampah justru dibuang dilahan kosong yang mana lama-kelamaan sampah akan menumpuk dan akan menimbulkan bau tidak sedap. Mencoret-coret tembok, ini adalah ulah dari pelajar-pelajar yang tidak paham akan pentingnya estetika, banyak coretan-coretan menggunakan pilok bertebaran di sudut-sudut kota yang sangat menganggu pemandangan.

Ayolah guys mari kita jaga kebersihan kota jogja dan kenalkan budaya jogja dimana saja supaya jogja tetap nyaman di tinggali dan lebih dikenal. Generasi muda jangan gunakan waktu luangmu untuk melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat atau merugikan orang lain. Gunakanlah waktumu untuk belajar dan melakukan hal-hal yang bermanfaat. 

semoga bermanfaat
by winda arisukmawati

1 komentar:

  1. belajar-belajar nda hari ini ada konsul latlogar belakang jangan mainan blog terus

    BalasHapus

tinggalkan pesan dan kesan ya untuk perbaikan blog ini